Warna kayu jati yang mulai pudar bukan pertanda furnitur itu harus diganti. Dengan perawatan yang tepat, furnitur yang sama bisa kembali tampil seperti baru — bahkan setelah bertahun-tahun dipakai setiap hari.

Nakas di atas sudah menemani pemiliknya selama bertahun-tahun. Warnanya memudar, permukaannya kusam, dan lapisan pelindungnya sudah aus dimakan waktu. Tapi struktur kayunya masih kokoh — dan itu artinya, furnitur ini masih punya banyak cerita untuk dilanjutkan.
Inilah yang kami maksud dengan merawat finishing secara berkala. Kayu jati punya keunggulan yang jarang dimiliki material lain: ia bisa “dihidupkan kembali”. Bukan diganti, tapi diperbarui dari dalam seratnya.
Proses Refinishing, Langkah demi Langkah
Setiap furnitur yang masuk ke meja kerja kami melewati tiga tahap utama, dikerjakan tangan oleh pengrajin yang sama yang membuat furnitur itu sejak awal.
Pengamplasan Permukaan

Lapisan lama diamplas habis hingga permukaan kayu benar-benar bersih dan halus. Tahap ini menentukan hasil akhir — kalau amplasan tidak rata, warna baru nanti akan menyerap tidak merata juga. Kami mengerjakannya perlahan, mengikuti arah serat kayu, bukan dikejar waktu.
Pewarnaan (Wood Stain)

Warna baru disemprotkan tipis, berlapis-lapis, bukan sekali tebal. Teknik ini yang membuat serat kayu jati tetap terlihat jelas di balik warnanya — bukan tertutup rapat seperti dicat. Setiap lapisan dibiarkan meresap dulu sebelum lapisan berikutnya ditambahkan, sampai warnanya matang merata di seluruh permukaan.
Top Coat (Pelapisan Pelindung)

Setelah warnanya matang, giliran lapisan pelindung yang bekerja. Top coat disemprotkan tipis dan merata di atas warna yang sudah jadi — bukan untuk mengubah tampilan, tapi untuk menjaganya. Lapisan inilah yang membuat permukaan tahan dari goresan halus, tumpahan air, dan kelembapan harian, sekaligus memberi kilau akhir yang membuat serat kayu terlihat lebih hidup saat terkena cahaya.
Hasil Akhir

Furnitur yang sama, dengan cerita yang sama, kini tampil dengan warna yang hidup kembali. Bukan furnitur baru — tapi terasa seperti itu.

Nakas Matthijs, dengan finishing serupa
Kayu jati Perhutani pilihan, tersedia pilihan finishing Black, Walnut, atau Bleach.
Kalau furnitur jati di rumah Anda mulai terlihat kusam, itu bukan akhir cerita — itu awal dari babak baru. Hubungi tim kami untuk konsultasi refinishing, atau jelajahi koleksi kami untuk furnitur baru dengan kualitas finishing yang sama.
Apa Kata Pelanggan Kami
“Barang sampai dengan cepat dan aman.. Barang sesuai dgn pesanan..”
“Aku pikir imut imut, ternyata lumayan besar. Okelah buat jadi pajangan di meja.”
“baik”
“Okelaa barangnya sampai dengan aman dan telah sesuai makasi yaa”
“Murah”
“pengiriman cepat, produk sesuai, kayunya berat juga, finishing rapi halus. thanks”
“Wahhhh sukaaa Pengirman cepat, pengemasan baik sekali Kurir ramah. Pesanan datang sesuai variasi yg aku pilih. Puas deh”
“Bagus cuma warna nya asli kayu. Semoga lancar terus usaha dan rezekinya ya. Aamin”
“Bagus halus cantik, seller gercep, paking aman di bungkus satu"”
“makasih bagus bgt buat hiasan. gak besar dan ga kecil ukurannya. seneng deh”
“Sangat bagus, mantul. Bahan sangat kokoh... Thanks seller”
“Vas nya estetik bgt bentuknya. Kayunya jg terlihat kokoh dan bagus. Tapi kritik dari saya, yaitu lobang yg buat taruh bunganya sebaiknya diameternya jangan terlalu lebar,…”
“Bagus banget loh suka halus gak kasar tampilan nya lucu banget pkknya cantik banget deh..thank you:)”
“Terimakasih next beli lagi disini , harga murah dan barang bagus mulus”
“Produk sesuai dengan pesanan terima kasih 🙏”
“Buat alas talenan jadi rapi ,harga sesuai pengiriman cepat”
“Hallus bagus banget, warnanya cantik, cuma agak bingung ini lobangnya dangkal bingit, susah naruh bunganya 😀”
“Sesuai sama gambarnya, bagus banget ini! Semoga awet ajaa. Thank you seller n shopee💓”
“Bahan kayu tebal dan asthetic”
“Bagus, lucu, permukaan halus... Puas sama barang nya... sukses terus kedepannya ya👍😍🥰🙏”